Tembok Penahan Dihrapkan Bisa Antisipasi Luapan Sungai Citarum

SUNGAI Citarum di Kampung Cieunteung, Kelurahan/Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung sudah dipasang pembatas penahan banjir, Jumat (4/2). Pembatas sepanjang sekitar tiga ratus meter tersebut diharapkan bisa menanggulangi banjir yang kerap terjadi di wilayah tersebut. *USEP USMAN NASRULLOH-PRLM

Baru Pulang, Banjir Datang

SEJUMLAH warga memanfaatkan genangan banjir di Jln. Anggadiredja, kawasan Baleendah, Kab. Bandung untuk mencuci sepeda motor, Minggu (5/12).DENI SAHBUDIN/GM

Jembatan Penghubung Kampung Pintusari Ambrol

WARGA bergotong-royong membongkar kirmir penahan jembatan yang ambrol di Kampung Pintusari, Desa/Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Selasa (7/12). Akibat luapan Sungai Cibanjaran pada Jumat (3/12) sekitar pukul 14.30 WIB, jembatan penghubung Kampung Pintusari dan Pintu Loji ambrol.*USEP USMAN NASRULLOH/"PRLM"

Banjir Dimanfaatkan untuk Sediakan Jasa Perahu

ENGKOS (32/kanan) duduk di perahu kayu sembari mengasuh anaknya menunggu warga yang ingin menggunakan jasanya menerobos banjir saat masih merendam di Jln. Anggadireja dan Jln. Siliwangi, Kelurahan/Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Selasa (7/12). Banjir masih merendam hingga jalan dan mengakibatkan jalur transportasi melalui kawasan tersebut terputus.*USEP USMAN NASRULLOH/"PRLM"

Ratusan Hektare Sawah Rusak

WARGA menarik anaknya yang duduk di perahu ban bekas saat menerobos banjir yang lebih besar di Jln. Raya Banjaran, Kel. Andir, Kec. Baleendah, Kab. Bandung, Rabu (8/12). Ketinggian air di jalan raya yang setinggi paha orang dewasa tidak bisa dilalui kendaraan sehingga warga harus berjalan kaki. Kendaraan roda dua yang memaksa menerobos pun banyak yang mogok.* USEP USMAN NASRULLOH "PR"

Banjir Musiman di Baleendah Meluas

BALEENDAH (GM) - Cakupan banjir di kawasan Baleendah semakin meluas setelah hujan mengguyur pada Minggu (15/12/2013) petang hingga malam.

"Pada pukul sepuluh malam tadi, banjir makin meluas. Di Kelurahan Baleendah saja, sekarang ini sudah tujuh RW yang tergenang banjir, sementara di Kelurahan Andir ada sepuluh RW yang tergenang air," ungkap Ketua LPM Baleendah Wawan Chandra kepada klik-galamedia.com, Senin (16/12/2013).

Katanya, di Kelurahan Baleendah air menggenangi kawasan RW-09, 18, 19, 20, 21, 27 dan RW 28. Sedangkan di Kelurahan Andir menggenangi RW 01, 02, 03, 05, 06, 07, 08, 09, 10 dan RW 13.

"Ketinggian air berkisar antara 50 cm hingga 200 cm, beberapa rumah di Kampung Cieunteung bahkan ketinggian airnya sudah hampir menyentuh langit-langit rumah," kata Wawan

Korban banjir musiman ini, kata Wawan, sebagian sudah dievakuasi ke Rumah Susun dan sebagian lagi diungsikan ke lokasi terdekat. Powered by Telkomsel BlackBerry®
asd

KERJASAMA REGIONAL DIBUTUHKAN DALAM PENANGGULANGAN BENCANA

Demikian disampaikan oleh Kepala BNPB Dr.Syamsul Maarif,M..Si dalam pembukaan. Concept Development and Initial Planning Conference for Table Top Exercise on Mentawai Megathrust-Disaster Relief 2013-2014 di Padang Sumatera Barat hari ini(7/2).

Ia menyatakan bahwa kawasan Asia Pasifik adalah kawasan rentan terhadap bencana. Bencana terus muncul di kawasan ini dengan intensitas dan dampak yang terus meningkat. Bencana berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di negara -negara yang terkena dampaknya.  Pusat Penelitian Bencana Epidemilogis (CRED) telah mencatat sejumlah bencana besar dikawasan ini dalam dua dekade antara lain: gempa 9,2 SR diikuti tsunami di Aceh,Indonesia pada 26 Desember 2004 dan menyebabkan kerugian ekonomi $ 4,5 milyar, gempa 9 SR di China bula Mei 2008 menyebabkan hampir 5 juta orang kehilangan tempat tinggal dan kerugian. $ 9,5 milyar, Badai Katrina di New Orleans menyebabkan kerugian. $ 108 milyar, Kebakaran di Victoria Australia menyebankan polusi udara dan 173 meninggal, Gempa dan Tsunami di Tohoku Jepang 11 Maret 2011 menyebabkan 15,878 meninggal, 6,126 luka, 2,713 hilang dan kerugian ekonomi $ 210 milyar, Banjir Thailand pada Maret 2011 dan Jan 2012 menyebabkan 815 meninggal dan kerugian. $ 45,7 milyar. Angin Puyuh di Philipina pada Desember 2012 menyebabkan 834 hilang. 1,146 meninggal dan kerugian $ 1,04 milyar dan banjir yang baru saja terjadi di jakarta dengan 41 meninggal dan kerugian hampir $ 900 juta.

Bencana-bencana tersebut mungkin akan muncul dimasa depan dan menyebabkan kerugian diberbagai kawasan karena bencana tak kenal batas. Dengan demikian kerjasama regional sangat penting untuk meningkatkan pencegahan terhadap bencana. Kepala BNPB menegaskan tidak ada negara yang berdiri sendiri atau bisa mencegah bencana sendiri tetapi kerjasamalah yang dibutuhkan..
Ditataran global , Kerangka Hyogo menjadi acuan mendasar untuk mengantisipasi dan mengurangi resiko bencana di masa depan. Dan ditataran regional, kita telah mengadopsi Perjanjian ASEAN dibidang Managemen dan Tanggap Darurat dan Indonesia berkomitmen untuk menjadi bangsa yang tangguh terhadap bencana.

Ia menyatakan Indonesia seperti negara yang lain mempeunyai pengalaman dalam bencana dan hal tersebut menjadikan Indonesia belajar dan belajar lagi sehingga kita dianggap ahli dalam merespon situasi bencana.
Ia menegaskan pentingnya berbagi pelajaran tersebut, pengalaman dan keahlian sehingga diadakan Mentawai Megathrust ini. Diharapkan latihan ini akan menjadi. Inisiatif kerjasama regional untuk menghadapi bencana.

4 SORTI PENERBANGAN DIKERAHKAN UNTUK ANTISIPASI BANJIR JAKARTA

Teknologi modifikasi cuaca pada  hari ini dilakukan oleh BNPB bersama BPPT, BMKG dan TNI AU dengan melakukan penyemaian 4 sorti penerbangan (2 kali dengan Hercules total 9 ton dan 2 kali dengan Casa total 2 ton) di timur, tenggara, dan selatan Jabodetabek. 18 batang flare dibakar di 14 lokasi dan GBG larutan dioperasikan di 5 lokasi masing-masing selama 7 jam. Diharapkan curah hujan yang masuk ke Jabodetabek berkurang. Konsentrasi hujan ada di Jabodetabek bagian utara (Jakarta). Sementara di selatan (Bogor) hujan tidak terlalu besar

DR. Sutopo Purwo Nugroho
Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengadakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakernas) Penanggulangan Bencana 2013 di Hall Birawa, Hotel Bidakara, Jakarta, yang berlangsung sejak 4 hingga 6 Februari 2013.
Rapat Kerja yang mengangkat tema "Tumbuh, Utuh, Tangguh" itu dihadiri oleh setidaknya 33 Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi, dan 366 BPBD tingkat kabupaten/kota.
Penyelenggaraan rakornas ini merupakan wujud harmonisasi penyelenggaraan penanggulangan bencana BNPB dan BPBD di Indonesia.
Menurut Kepala BNPB, Syamsul Ma’arif, tujuan dari diadakannya rakor ini adalah membahas berbagai permasalahan yang terkait dengan potensi bencana di Indonesia, yang di nilai masih sangat tinggi. Terutama terkait hujan, banjir, longsor, puting beliung, dan kekeringan.

"Rakornas ini sebagai langkah awal penanggulangan bencana 2013. Kedua, ingin menyamakan persepsi, karena banyak ketimpangan dalam hal koordinasi. Masyarakat kemarin mengritik kami kalau koordinasi antara pusat dan daerah belum bagus. Masukan dari mereka kami akan susun di kebijakan 2014," jelas Syamsul.
Tidak hanya itu, dalam rakor ini juga telah ditandatangani MoU, yang melibatkan sembilan kementerian dan lembaga. MoU ini memang sengaja dibuat guna mempermudah alokasi penggunaan dan pencairan dana bencana.
“Sembilan Kementerian dan lembaga tersebut adalah Kementerian Pekerjaan Umum, Kemenristek, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, BPS, Batan, LIPI, dan Badan Geologi,” rinci Syamsul.
Dalam MoU tersebut, BNPB tidak hanya membahas tentang anggaran, tetapi juga mengajak kesembilan kementerian tersebut untuk menghadapi dan menanggulangi, apabilan terjadi bencana. Contohnya, bekerjasama dengan Kementerian Perempuan dan Anak, yang dibutuhkan pasca bencana.
"Misalnya, dengan kementerian perempuan dan anak, ini penting untuk menanggulangi bencana pada anak dan menghindari korban," jelas Syamsul.
Kerjasama dengan kelembagaan juga penting guna menanggulangi sebelum dan sesudah terjadinya bencana. "Dengan teman LIPI atau Ristek, tentu tidak hanya mengenai alam, tetapi juga masalah dinamika masyarakatnya," tegasnya.
Tidak hanya itu, bekerjasama dengan LIPI, BNPB juga ingin membuat early warning system, yang sesuai dengan local wisdom masyarakat setempat, jangan sampai nanti membuat early warning sytem yang justru tidak familiar dengan masyarakat setempat.
“Sirine di berbagai daerah justru malah membuat warga takut dan panik, oleh karena itu, kita harus membuat sirine yang sesuai dengan kepentingan masyarakat,” kata Syamsul.

912 Jiwa Termasuk 170 Balita Mengungsi Banjir Setinggi Dua Meter Landa Soreang Bandung

LENSAINDONESIA.COM: Wakil Gubernur Jawa Barat, Dede Yusuf meminta semua pihak terkait bahu membahu mengatasi bencana banjir yang terjadi di wilayah kabupaten Bandung. Upaya tanggap darurat juga sudah dikoordinasikan antara Pemprov Jabar dan Pemkab Bandung.
Hujan deras sepanjang hari  Minggu (18/11/12) kemarin menyebabkan sejumlah kawasan di Kabupaten Bandung terendam. Di beberapa tempat, tinggi genangan bahkan mencapai hingga dua meter.
Banjir yang terjadi akibat meluapnya Sungai Citarum, Cikambuy dan Cisangkuy itu, sejak sekitar pukul 16.00 WIB merendam wilayah Bumi Parahyangan Kencana, Polres Bandung, Komplek Cincin Permata Indah, Muara Kopo, Cisea, dan Bojong Nangka.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Marlan mengatakan pihaknya telah melakukan upaya-upaya evakuasi. Sejumlah perahu karet telah dikirim ke lokasi untuk membantu evakuasi warga ke lokasi yang aman.
Selain bantuan pemerintah, sejumlah pihak juga melakukan upaya-upaya penanganan pengungsi secara swadaya. Warga membangun titik pengungsian di Masjid Al Ikhwan, Kopleks Cincin Permata Indah. Dikabarkan sejumlah pengungsi yang berada disana mengalami luka-luka, trauma dan kedinginan. Mereka membutuhkan bantuan segera.
Akibat banjir di wilayah Soreang ini, seorang anak kecil tewas. Warga Citaliktik, Soreang ini tewas akibat terbawa arus air.
“Identitasnya belum dapat, tapi sudah ditemukan di Komplek Cincin Permata Indah. Korban tewas,” ungkap Marlan.
Tak hanya menelan korban jiwa, banjir juga mengakibatkan sejumlah layanan publik terganggu. Salahsatunya, ruang pelayanan SIM Polres Bandung dilaporkan terendam setinggi lebih dari satu meter. Ini diperkirakan bakal menghambat proses pengurusan SIM warga di hari Senin (19/11/12) ini.
Sementara itu, selain mengakibatkan banjir, hujan deras juga mengakibatkan longsor di daerah Sungapan, Soreang. Kabidhumas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul mengabarkan, telah terjadi longsor di Jalan Raya Soreang Ciwidey. Panjang longsoran sepuluh meter, tinggi tiga meter.
Martinus mengungkapkan longsor itu menyebabkan tiga orang terperangkap. Seorang diantaranya, Muhammad Rosianwar, 12 tahun, berhasil selamat. Sementara dua orang lainnya, Rostini (30) dan Siti (9), belum diketahui nasibnya. Menurutnya,  anggota kepolisian kini sedang melakukan pencarian dengan melibatkan alat berat.

500 Rumah di Soreang Terendam Banjir


SOREANG, (PRLM).- Akibat meluapnya Sungai Cikambuy sekitar 500 rumah di RW 1, RW 2, RW 3, dan RW 4 Desa Panyirapan, Kec. Soreang, terendam banjir sampai ketinggian lebih dari semeter. Ratusan rumah di Komplek Cingcin Permata Indah, Desa Cingcin, Soreang, juga terendam banjir sampai setinggi orang dewasa.
Menurut warga Panyirapan, Rusman, banjir lebih dari semeter terakhir terjadi pada pada 15 tahun lalu, "Meliapnya Sungai Cikambuy sehingga empat RW terendam banjir. Barang-barang di rumah seperti kulkas dan mebelair tak bisa diselamatkan," katanya.
Banjir di Komplek Cingcin Permata Indah (CPI) merupakan banjir langganan yang kerap melanda saat hujan deras turun. "Kami meminta aparat pemerintah untuk serius menangani banjir di CPI karena sering terjadi," kata warga CPI, Saeful.
Banjir juga melanda ratusan rumah di Desa Kamasan akibat meluapnya Sungai Cisangkuy. Selain merendam rumah-rumah banjir memutuskan atus lalu lintas antara Banjaran menuju ke Cimaung/Pangalengan. (A-71/A-26).***